Warga Bongkar Masalah Nyata di Reses Emrizal: Banjir, Honor Guru Ngaji, dan Fasilitas Publik

Menu Atas

Update

...

Warga Bongkar Masalah Nyata di Reses Emrizal: Banjir, Honor Guru Ngaji, dan Fasilitas Publik

Minggu, 21 Desember 2025


 

SUNGAI PENUH – Anggota legislatif Emrizal, S.Pt melaksanakan kegiatan reses bersama masyarakat di Hotel Arafah, Kota Sungai Penuh, pada Ahad, 21 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan konstituen untuk menyampaikan berbagai persoalan serta kebutuhan yang dirasakan langsung di tengah masyarakat.

Reses tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, perwakilan guru ngaji, pengurus lembaga pendidikan, pemuda, serta warga dari berbagai kecamatan di Kota Sungai Penuh. Dalam suasana yang hangat dan penuh keterbukaan, peserta reses menyampaikan beragam aspirasi yang menyentuh sektor pelayanan publik, pendidikan, keagamaan, hingga infrastruktur.

Dalam sambutannya, Emrizal menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan kewajiban moral anggota dewan untuk mendengar langsung suara rakyat.

“Reses adalah momen penting bagi kami untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi keluhan, harapan, dan kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan saya catat dan menjadi fokus perjuangan ke depan,” ujar Emrizal.

Pelayanan Kesehatan hingga Kesejahteraan Guru Ngaji

Salah satu aspirasi utama yang mengemuka adalah terkait pemanfaatan rumah milik Pemerintah Kota Sungai Penuh yang berada di belakang Puskesmas Kecamatan Sungai Penuh dan saat ini tidak dihuni. Warga mengusulkan agar rumah tersebut dapat ditempati oleh dokter yang bertugas di puskesmas, guna mendukung peningkatan layanan kesehatan, khususnya rencana pengembangan layanan rawat inap puskesmas ke depannya.

Selain itu, persoalan kesejahteraan guru ngaji juga menjadi sorotan. Peserta reses meminta agar Emrizal memperjuangkan honorarium bagi guru ngaji di rumah tahfiz yang ada di Kota Sungai Penuh. Bahkan, terungkap adanya keluhan dari guru ngaji di salah satu desa atau kelurahan yang honornya tidak dibayarkan selama tiga tahun terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Emrizal menyatakan keprihatinannya dan berkomitmen untuk mengawal persoalan tersebut agar mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Penguatan Pemuda dan Infrastruktur Lingkungan

Di bidang kepemudaan, masyarakat mengusulkan adanya pelatihan dasar kepemimpinan bagi pengurus OSIS di sekolah-sekolah. Program ini dinilai penting sebagai upaya pembinaan karakter, kepemimpinan, dan regenerasi calon pemimpin masa depan sejak dini.

Sementara di sektor infrastruktur, warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Batang Merao menyampaikan keluhan terkait tanggul penahan sungai yang sudah ada, namun di beberapa titik masih sering terjadi banjir. Mereka berharap adanya perbaikan dan penguatan tanggul untuk meminimalkan risiko banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga.

Tak kalah penting, aspirasi lainnya menyangkut bantuan dana untuk lembaga pendidikan swasta serta bantuan sarana dan prasarana masjid dan mushalla di Kota Sungai Penuh, guna menunjang kegiatan pendidikan dan keagamaan masyarakat.

Komitmen Perjuangan ke Depan

Menutup kegiatan reses, Emrizal menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi agenda perjuangan prioritas yang akan dibawa ke pembahasan bersama pemerintah dan instansi terkait.

“Semua masukan ini sangat berharga. Saya berkomitmen untuk memperjuangkannya sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang ada, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan reses tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan efektif antara masyarakat dan wakil rakyat, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Sungai Penuh.